6 Cara Terbaik Memilih Vacuum Cleaner

0 Comments

Rumah yang bersih terbebas dari segala kotoran dan debu adalah impian semua orang. Untuk bisa menjaga kebersihan rumah, tentu dibutuhkan alat penyedot debu atau dikenal juga dengan vacuum cleaner. Perlengkapan elektronik ini mampu menyedot debu yang ada di rumah bahkan hingga ke area-area yang sulit dijangkau seperti sudut ruangan. Vacuum cleaner hadir dengan berbagai jenis, merek, dan keunggulan. Harga vacuum cleaner pun bermacam-macam, tergantung dari fitur yang ditawarkan.

Vacuum cleaner dipakai tidak hanya untuk membersihkan berbagai macam kotoran seperti debu di lantai, tetapi juga bisa membersihkan berbagai material yang ada di dalam ruangan, seperti menyedot debu yang ada di gorden, sofa, karpet, hingga sudut-sudut pintu ruangan.

Kalau Anda baru akan membeli vacuum cleaner, ada beberapa hal yang patut Anda perhatikan sebelum membelinya. Berikut kami jabarkan cara terbaik memilih vacuum cleaner agar lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan Anda.

6 Cara Terbaik Memilih Vacuum Cleaner

Pilih berdasarkan tipe produk

  • Tipe upright: bentuk vertikal/ tegak, bisa membersihkan seluruh ruangan, bahkan dalam kondisi sempit. Bisa menyedot debu dan kotoran di bawah sofa.
  • Tipe canister: tipe paling umum, bisa dilepas-lepas sesuai dengan kebutuhan.
  • Tipe cordless: bebas kabel, bisa menjangkau gorden, mudah digenggam karena ringan.
  • Tipe robotic: bekerja secara otomatis ke segala arah.
  • Tipe handled: ukurannya kecil dan ringkas, biasa digunakan untuk membersihkan bagasi dan mobil.
  • Tipe wet/ dry: bisa menyedot debu-debu kering dan juga basah, harganya paling mahal dibanding tipe lain.

Dengan atau tanpa kantung?

Biasanya vacuum cleaner kasur dan lantai diciptakan dengan kantung pembuangan debu atau tanpa kantung tersebut. Jika ada kantung, Anda hanya perlu membuang kantung penuh dengan debu tersebut saat sudah penuh. Namun jika tidak menggunakan kantung, Anda harus rutin mengosongkan tangki penampungan kotoran agar tidak penuh.

Baca Juga :  7 Tips Bekerja dari Rumah di Tengah Wabah Agar Dijamin Tetap Sehat dan Produktif

Pilih yang tidak berisik

Tingkat kebisingan yang ideal dari sebuah vacuum cleaner adalah 75—77 desibel. Hindari pembelian vacuum cleaner yang mengeluarkan suara di atas 80 dB karena bisa mengganggu pendengaran Anda jika menggunakannya dalam jangka panjang. Bisanya vacuum cleaner yang memiliki pengaturan lebih banyak, akan lebih tinggi.

Pilih filter sesuai kebutuhan

Ada tiga jenis filter yang bisa dipilih, yakni sekali pakai, dapat dicuci, atau HEPA. Filter sekali pakai dianggap lebih praktis karena hanya mengganti filter jika sudah kotor saja. Sedangkan filter yang dapat dicuci biasanya dari busa dan membutuhkan perawatan yang baik, tetapi bisa berhemat. Sedangkan filter HEPA dirancang meminimalisasi partikel debu bertiup kembali ke ruang hampa, sangat cocok digunakan bagi yang memiliki alergi debu.

Sesuaikan tipe kepala dengan yang ingin dibersihkan

Setidaknya ada dua tipe kepala vacuum cleaner yang wajib Anda pahami, yakni turbin head dan motor head. Pada vacuum cleaner dengan kepala jenis Turbin head memiliki mekanisme kerja dengan cara memutar sikat di dalamnya dengan menggunakan tenaga angina. Jenis ini digunakan untuk membersihkan lantai. Sedangkan jenis motor head, cocok untuk membersihkan kotoran seperti debu dan bulu hewan yang terdapat pada karpet dan sofa berbulu. Daya hisap pada jenis ini lebih kuat sehingga hasilnya lebih bersih.

Pilih yang hemat listrik

Vacuum cleaner hadir dengan berbagai varian konsumsi listrik. Pastikan Anda memilih vacuum cleaner yang efisien dari segi pemakaian energi. Biasanya tingkat daya hisap akan menentukan jumlah energi yang diperlukan vacuum cleaner. Umumnya, vacuum cleaner menggunakan energi kira-kira 500—3.000 watt. Vacuum cleaner dengan sedotan yang kuat, paling ideal menggunakan energi di angka 1.400 watt.

Baca Juga :  Apa yang Paling Kamu Rindukan dari Playstation 2?