Virus Corona: Asal, Gejala, Penyebaran, dan Sikap Kita

0 Comments

Virus corona menjadi headline di media besar seluruh dunia saat ini karena dampaknya yang begitu besar, tidak hanya pada bidang kesehatan, namun mencakup bidang yang lebih besar seperti sosial dan perekonomian. Langkah-langkah strategis mulai dicanangkan oleh banyak pemimpin negara demi membuat kurva penyebaran tetap landai. Dari pembatasan aktivitas masal, isolasi diri, hingga lockdown wilayah. Sebenarnya, apa itu virus corona? Bagaimana gejala dan penyebarannya? Serta, bagaimana kah sikap kita untuk melawannya?

Virus corona, atau lebih tepatnya severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan korban, dengan gejala awal seperti flu ringan hingga kematian. Penyakit yang disebabkan oleh terpaparnya virus ini disebut dengan coronavirus disease (COVID-19). Jenis virus yang menyebabkan COVID-19 sama dengan dua virus yang sempat mewabah di beberapa negara pada tahun 2002 yang dikenal dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan pada 2012 lalu berupa Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Gejalanya pun mirip, hanya saja, penyebaran COVID-19 berkali-kali lipat lebih mengerikan dibanding dua pendahulunya.

Virus corona pertama kali terkonfirmasi di China pada tanggal 17 November 2019, yang menyerang salah satu penduduk Hubei yang berusia 55 tahun. Namun demikian, hingga saat ini, pasien ke-nol belum dapat diketahui dengan pasti. Pada tanggal 15 Desember 2019, kasus pernapasan akut dan pneumonia dilaporkan melonjak di Cina, tepatnya di Kawasan Wuhan. Dan dokter yang menangani wilayah tersebut baru menyadari bahwa mereka sedang berjuang melawan penyakit baru hingga akhir Desember, akibat dari birokrasi dan belum dimilikinya database terkait virus ini.

Sebagaimana SARS dan MERS, pasien penderita COVID-19 menunjukkan gejala yang beragam, namun berpusat pada gangguan pernapasan dan demam tinggi. Sebagian besar pasien bahkan mengalami gejala pernapasan ringan dan dapat kembali pulih tanpa perawatan medis khusus. Namun demikian, virus corona akan sangat berbahaya bagi orang-orang lanjut usia, dan bagi seseorang dengan riwayat penyakit jantung, diabetes, pernapasan kronik, kanker, dan yang pernah mengalami penyakit serius lainnya.

Baca Juga :  Ketombe di Kepala Membandel? Usir saja dengan Jeruk Nipis!

Dengan demikian, sistem imun dan kebugaran menjadi faktor utama dalam mengurangi tingkat kematian per-individu dari wabah ini. Demam tinggi di atas 38oC disertai batuk kering, ditambah sakit kepala dan kelelahan menjadi gejala yang paling sering ditemukan mulai dari 2 hingga 5 hari pertama seseorang terjangkit virus. Kemudian, gejala akan menjadi semakin barah, bahkan disertai dengan kesulitan bernapas yang ekstrem, dada terasa sangat nyeri, batuk berdarah, dan berujung pada kematian.

Meskipun tingkat kematian virus ini tergolong rendah, yakni kurang dari 6% (saat artikel ini ditulis) angka kematian yang dilaporkan telah mencapai 74.820 jiwa. Terlebih lagi, dibandingkan dengan kasus pada SARS dan MERS, angka penularan di COVID-19 terbilang tinggi. 1 orang penderita COVID-19 rata-rata dapat menginfeksi empat orang lainnya. Penyebaran yang luar biasa cepat ini lah yang menyebabkan COVID-19 ditetapkan sebagai pandemik dunia oleh otoritas kesehatan tertinggi, WHO.

Virus corona menular dari manusia ke manusia melalui droplets atau tetesan cairan yang berasal dari penderita COVID-19 melalui bersin, batuk, atau sekedar percikan yang tidak sengaja keluar saat bicara. Berciuman atau sekedar berjabat tangan juga dapat meningkatkan transmisi virus dari satu orang ke orang yang lain. Selain itu, menyentuh benda yang telah terkontaminasi oleh virus juga bisa menjadi media penyebaran penyakit ini, mengingat virus corona bisa bertahan hidup lebih dari tiga jam di atas permukaan beberapa benda yang umum dipegang.

Oleh sebab itu, hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyebaran corona virus adalah dengan mengikuti peraturan yang sudah sangat jelas: hindari kerumunan, batasi kontak fisik, serta selalu rajin mencuci tangan dengan sabun. Masker dan hand sanitizer juga perlu disiapkan ketika kita sangat perlu keluar dari rumah. Tidak ada yang spesial. Semoga kita bias menjadi warga dunia yang baik, yang selalu berperan aktif dalam menekan angka penularan COVID-19.

Baca Juga :  4 Olahan Kacang Kenari yang Enak dan Menyehatkan

Informasi mengenai COVID-19 secara lengkap bisa didapatkan di sini.